Tahun Baru Hijriyah 1430

Alhamdulillah… ku bisa sampai sejauh ini. 16 tahun bukanlah waktu yang sedikit. Seharusnya, selama 16 tahun ini ada sesuatu yang bisa ‘sedikit’ bisa membuat orang lain senang akan hadirnya kita. Atau juga untuk agama kita. Apakah yang sudah kita berikan untuk agama kita? Apakah semua perintahNya sudah kita lakukan? Apakah laranganNya sudah kita laksanakan?

Astaghfirullahal’adzim Ya Allah…

Banyak sekali perintah yang kau berikan untuk umatMu ini yang masih belum hamba laksanakan. Sholat 5 waktu yang menjadi kewajiban bagi seluruh umat muslim, baik dlaam keadaan sehat, sibuk, bahkan sakit kita tetap diwajibkan sholat. NAmun itu semua tak berlaku pada hambamu ini. Hambamu ini terlalu meremehkan perintahMu ini Ya Allah. HambaMu ini hanya sibuk dengan urusan dunia yang tidak akan terbawa mati. HambaMu ini tak pernah berpikir bahwa semua yang dapat hambaMu ini rasakan tak pernah lenyap. HambaMu ini berpikir tidak akan mati. NAmun itu semua salah. “Semua makhluk hidup, pasti akan mati”.

Sholat yang menjadi kewajiban, menjadi sangat jarang hambaMu ini laksanakan dengan baik. Setiap hari pasti ada saja yang ‘bolong’. HambaMu ini selalu beralasan,”Ah nanti kan juga bisa” atau juga “Hm… Aku se’ sibuk”. Semua itu salah. Sesibuk-si9buknya kita, tetap kita diwajibkan sholat. Toh kita di dunia ini tak kan abadi. Kita semua pasti akan mati. Tapi tak tahu kapan. Namun kita sebagai makhluk yang tak tahu kapan hari akhir kita, kita dituntut untuk selalu beribadah.

Bukan hanya sholat yang hambaMu ini sering kali tak terlaksanakan dengan baik, tapi baktinya kepada orang tua juga semakin menurun. Dibandingkan dengan tahun kemarin, kepatuhan hambaMu ini kepada orang tuanya, sangat jauh. Saat ini seringkali hambaMu ini eidak menghiraukan apa yang dikatakan orang tuanya. Baik itu ayah ataupun ibu. Jarang hambaMu ini mendengarkan apa yang diperintannya. Tidak hany aitu, maish banyak pula yang seharusnya hambaMu ini lakukan untuk membuat orang tuanya hidup lebih tenang di dunia ini. HambaMu ini sering juga membuat perasaan orang tuanya gelisah, resah bahkan sakit hati melihat tingkah laku hambaMu ini.

Tidak hanya kepada orang tuanya, hambaMu ini pula sering kali menyakiti hati seorang guru yang selama ini memberikan ilmu dan informasi secara formal pada hambaMu ini yang sangat membutuhkan peranannya. Tapi apa balasan yang telah hambaMu ini berikan padanya? Apakah sebuah kepatuhan? Apakah sebuah hadiah? Apakah sebuah tindakan yang membuat guru menjadi bangga akan prestasi kita? Atau sebuah tindakan yang membuat guru menjadi sakit hati?

Apakah hambaMu ini pantas masuk surgaMu Ya Allah?

Apakah hamabaMu ini berhak bergabung bersama para ulama’ di surga sana?

Masih pantaskah hambaMu ini dikatakan sebagai hamba yang taat kepada agama dan orang tua?

HambaMu ini berharap untuk tahun depan,

* Bisa lebih rajin dalam melaksanakan kewajibanMu Ya Allah serta larangan-larangan yang sudah tertulis semua dalam Al-Qur’an, terutama menjalankan sholat lima waktu.

* Lebih patuh dan taat kepada orang tua, serta guru. Baik di sekolah maupun di Pondok. Banyak sekali yang ingin hambaMu ini utarakan.
* Untuk menambah keimanan hambaMu ini, hambaMu ini berharap bisa khatam Al-Qur’an. Selama 16 tahun ini hambaMu ini hanya sekali saja khatam. Apa kata dunia?
* Ibadah yang lain, seperti sholat sunnah, banyak berdzikir, banyak beristighfar, banyak mengucapkan nama suciMu ingin sekali hambaMu ini perbanyak di tahun ini.

Dari sekian untaian yang dapat saya evaluasi dari tahun ini dengan tahun kemarin, intinya saya ingin menjadi insan yang lebih baik lagi.
Menjadi insan yang selalu bisa membuat oranglain tersenyum.
Menjadi insan yang bermanfaat bagi semuanya.
Menjadi insan yang taat kepadaMu Ya Allah.
Menjadi insan yang selalu bisa memberikan yang terbaik untuk kedua orang tua.

Alhamdulillah…

Engkau memberikan kesempatan pada hambaMu ini sampai umur 16 tahun. Semoga dengan umur yang tak sedikti ini menjadi umur yang barokah dan menjadi insan yang barokah pula. Amin…

About mzalim

Menapaki jalan seorang penulis adalah salah satu langkah terbesar dalam sejarah hidupku. Apalagi jalan yang ku pilih ini adalah amanat yang harus sepenuhnya digunakan untuk hal-hal yang positif.

Posted on Desember 6, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: