Kemanakah Kuakan Melangkah?

Beberapa hari ini semua orang mengatakan kemana kamu setelah ini? Ada juga yang ngomong,”Jadi guru aja! Enak!”. Ada pula yang mengatakan,”Buka usaha aja! Biar jadi pengusaha kecil!” Bahkan ada juga yang mengatakan,”JAdi wartawan itu gak enak!”. Ku merasa terintimidasi rasanya. Orang tuaku juga seperti itu. Semakin sesak rasanya dipojokin seperti ini. Ku sendiri juga tidak tahu mau kemana setelah ini. Ingin rasanya diri ini menjadi seorang wartawan. Namun orang tua tak merelakannya. Mereka menginginkan ku menajdi seorang guru Negeri.

Ku bingung. Selama ini yang ku inginkan adalah menjadi seorang wartawan. Tapi ‘mungkin’ tak bisa ku ciptakan. Banyak sekali tantangan hidup yang harus kulewati jikalau menjadi seorang wartawan. Memang, setiap pekerjaan pasti ada tantangan tersendiri. Namun menjadi seorang wartawan (menurut ortu saya) sangatlah banyak dan beresiko ketimbang menjadi seorang guru negeri.

Orang tuaku menjadi semkain khawatir dan cemas mengingat banyak sekali saat ini PHK yang terjadi dimana-mana. Semua orang bingung. “Ku harus begini! Ku harus begitu!”. Entah mengapa PHK selalu datang dengan tiba-tiba. Tidak ada yang terjadi, PHK. Ada apa ini sebenarnya?

Dalam diri sebetulnya ingin menjadi seorang wartawan. Namun jika tak bisa diterima oleh banyak orang, biarkanlah keinginanku ini yang semenjak masuk di program jurusan BAHASA menjadi lebih semangat dalam menulis, menjadi hoby. Biarkanlah menjadi hobi, tapi menguntungkan.

Sebetulnya ku juga ingin menjadi seorang ‘broadcaster’. Entah mengapa, ku tertarik pada pekerjaan ini. Tapi kusuka menyibukkan diri. Entah itu sibuk karena banyak hal. Tapi kusuka kesibukan. Mungkin terlalu dini untuk memperbincangkan masalah pekerjaan. Namun setidaknya kita punya ‘ancang-ancang’ untuk hari kita kedepan.

Semoga saja, yang terjadi padaku ini adalah yang terbaik untukku dan untuk semuanya.

About mzalim

Menapaki jalan seorang penulis adalah salah satu langkah terbesar dalam sejarah hidupku. Apalagi jalan yang ku pilih ini adalah amanat yang harus sepenuhnya digunakan untuk hal-hal yang positif.

Posted on Desember 16, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: