Selama ini tak ada seorang sahabat dalam hari-hariku

Ini adalah cerita realita yang terjadi pada diriku, insan yang mempunyai blog ini. Mengkin ini adalah ‘curcol'(curhat colongan) dari ku yang selama ini tak pernah kusadari. Selamat membaca…

PR untuk hari senin depan untuk pelajaran BK, yaitu membuat cerita tentang pengalaman kita selama kita bersama sahabat kita. Baik itu tentang senengnya punya sahabat atau tidak.

Setelah mendengarkan perkataan itu, ku terdiam sejenak. Memikirkan, apakah selama ini ku mempunyai seorang sahabat? 16 tahun sudah ku didunia ini. Baru ku sadari tadi siang bahwah ‘ku tak pernah memiliki seorang sahabat’. Selama ini ku hany…a menjalani hidup ini dengan suka cita sendiri bersama teman-teman. Ku merasakan kepedihan hati dengan sendiri. Tak ada orang yang mengahampiriku, atau bertanya padaku,’ada apakah denganku?’,’bagaimankah keadaanku?’. Mungkin bagi sebagian orang, sahabat adalah seorang yang selama ini memberikan kita sebuah dorongan untuk maju, untuk menjadi yang lebih baik. Tapi bagaimana jika seseorang selama hidupnya tka pernah mempunyai seorang sahaba selama ia hidup? Orang pasti akan berpendapat bahwa di adalah makhluk hutan. Mereka akan menganggap orang itu adalah orang yang paling bodoh, orang yang paling tak beruntung, orang yang tak bisa merasakan indahnya sebuah kebersamaan. Mungkin itu semua terjadi padaku. Selama ini ku tka pernah memiliki seorang sahabat satu pun. Yang selalu hadir ketika ku terjatuh, ketika ku butuh semangat, ketika kuterpuruk sendiri. Selama ini ku berdiri sendiri, ku bangun sendiri, kuhibur diri ini sendiri. Tak ada satu orang pun yang hadir untuk memberikanku sebuah kebersamaan. Tapi ku tak menyesal. Karena kumasih mempunyai orang-orang yang masih mau mendengarkan curhatanku. Walau orang itu selalu berganti seiring pergantian bulan (curcol begitu maksudnya). Alhamdulillah ku masih punya teman-teman yang selama ini dapat membuatku berfikir lebih logis, lebih rasonal, lebih baik dan lebih ingin menyaingi mereka dalam hal positif. Dan ku beruntung pula. Keluargaku yang kecil nan harmonis serta kasih sayang tak pernah berhenti mereka berikan padaku. Suport untuk selalu menjadi yang terbaik, memberi saran yang mungkin itu adalah yang terbaik untukku. Ku tak menyesal, kutak mempunyai seorang sahabat. Cuman ku menyayangkan saja. Enam belas tahun sudah ku di dunia ini, tapi tak pernah ku mendapatkan seorang sahabat. Mungkin karena culunnya diriku, polosnya diriku, keras kepalanya diriku, egoisnya diriku dan semua tentang diriku yang mungkin orang yang mengenalku tak ingin melihat diriku berada di hadapannya. Jangankan dihadapannya, mendengar namaku saja mungkin mereka sudah males. Ah apaguna ku menyesali semua ini. Yang penting, ku harus menjadi yang terbaik walau ku tak punya seorang sahabat.

About mzalim

Menapaki jalan seorang penulis adalah salah satu langkah terbesar dalam sejarah hidupku. Apalagi jalan yang ku pilih ini adalah amanat yang harus sepenuhnya digunakan untuk hal-hal yang positif.

Posted on Januari 10, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. mgkn qm blum mrasakan kbradaan tmen yg qm anggap shbt..

    • sebelumnya, tulisan ini belum selesai. Tapi tak apalah. Mungkin apa yang kau katakan itu benar, 16 tahun sudah, apakah kurang untuk menemukan ‘hanya’ seorang sahabat. Bagaimana dengan kekasih hati? bagimana dengan pendamping hidup? butuh berapa lama ku harus mencari, mencari dan mencari?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: