Apakah yang Akan Terjadi Jika Facebook Dihapus?

Telat mungkin jika kita membahas persoalan ini. Tapi ga’ apalah. Toh ini juga akan bermanfaat. Pa lagi ku sedang taruhan ncih ma temenku. Siapa yang paling banyak menulis, itulah pemenangnya. So, ku jadi pengen selalu menulis

Kebanyakan orang sudah mengenal yang namanya FACE BOOK. Anak SD, SMP, SMA, Kuliahan, pekerja sampai nenek-nenekpun tahu. Tak mengenal profesi, semua orang pasti pernah mendengar, bahkan mempunyai account di Face Book. Sudah banyak sekali orang yang kutanyai, seberapa penting sich Face Book bagi anda? Kebanyakan (orang yang saya tanyai, mulai dari para siswa, guru, pekerja, kakek nenek, sampe’ penjaga warnet. Kebanyakan mereka mengatkaan,”Face Book sangatlah penting”. Jelas adanya, jika face book penting.

Apalagi bagi para penjaga warnet. “Wah, pentinglah!?”.

tanggap aku,”Kenapa bisa begitu?”.

Jelasnya,”Coz, tanpa face book, mungkin warnet ini akan sepi”.

“Memang yang bikin rame Face Book y?”, tanya lagi.

“Oh, tentu saja! Apa lagi par pelajar sudah sangat sering, malahan setiap hari ku jumpai, setipa klai mereka internetan, kebanyakan mereka facebook-an ketimbang browsing informasi-informasi”, tambahnya.

“Trus bagaimana jika face book ditutup?”, tanyaku lagi.

“Ya itu mas, mungkin warnet ini akan sepi pelanggan. Paling-paling ramenya di baris game online”, jelasnya.

“Ya ga’ apa-apa kan mas? toh itu juga bisa dibuat pemasukan juga”, tanggap aku.

“Iya sih, tapi kuwalahan beli keybord!”, jelasnya.

Trus, ada pula seseorang siswa yang kutanyai perihal face book akan ditutup. Dia masih duduk dibangku SMA.

“Seberapa penting sich face book bagimu?”, tanyaku.

“Wah, kalau itu mas. penting banget. Tahu ga’,’tiada hari tanpa facebook.an”, jawabnya.

“Kok bisa?”, tanggapku.

“Ya iyalah. Kan kita bisa mencari teman, cari teman-teman dulu, lihat foto-foto teman-teman, lihat apa yang terjadi pada teman kita. Yang lebih penting nch, ku bisa ungkapkan perasaanku setiap waktu. Entah ku sedih, senang. Entah malam, siang, hujan, mati lampu. Semuanya dech! Facebook tuh seperti seorang sahabatku!?”, jelasnya.

“Tapi, apakah dengan update status setiap waktu mengakibatkan diri kita menjadi orang yang selalu menggantungkan diri pada sesuatu yang mungkin bisa meriugikan diri sendiri?”, tanggap ku.

“Ya ga’ lah! Secara it just for fun!?”, katanya.

“Trus, bagaimana jika facebook dihapus. Atau account anda di blokir?”, tanyaku lagi.

“Kali di blokir sch gampang. Kita tinggal buat email baru dan buat account baru. Gampang dech. Tapi kalo sampe’ di hapus, takkan ada lagi orang atau sesuatu yang mau mendengarkan curahan hatiku”.

Ada juga seorang ibu rumah tangga yang turut saya tanya pula.

“Menurut ibu, bagaimana sich dampak Facebook bagi anak anda bu?”, tanyaku.

“Facebook membuat anak saya menjadi anak yang tak perdulia pada sekitar. Ia tak mempedulikan saya ketika saya panggil dia. Hampir setiap hari ia di depan komputer jinjingnya itu. Alasannya ngerjain tugas, padahal Facebook-an dia”, jawab ibu itu.

“Trus bagaimana jika facebook di tutup atau di hapus dari blockir. DAn tidak akan ada lagi facebook?”, tanggap ku.

“Setuju sekali saya. Biar anak saya punya banyak waktu untuk belajar. Atau untuk browsing informasi yang lebih bermanfaat. Apa, setiap bulan saya harus mengeluarkan uang hanya untuk membiayai facebookan. Ya rugi banyak lah saya!”, jelas ibu itu.

Banyak sekali opini memang yang akan muncul bila facebook ditutup. Dan pasti banyak orang yang kecewa juga. Serta ada pula individu akan senang sekali apabila facebook ditutup.

Sebetulnya Facebook tidak merugikan. Asal sang user tidak menyalahgunakan accountnya. Dan tidak berlebihan pula untuk ‘mengkonsumsi’ facebook. Tergantung usernya juga sich. Akan dibuat apa account mereka. Bisa bermanfaat bagi mereka sendiri dan juga bisa ‘merusak’ mereka sendiri. “Pintar-pintar saja menggunakan account kita”, kata seorang guru yang juga pengguna facebook.

Selama ini facebook selalu dijadikan kambing hitam bagi banyak orang. Contohnya saja penculikan yang terjadi beberapa bulan kemarin. Bukan facebook yang salah, melainkan usernya yang tidak tahu norma dan tidak mawas diri. Bukan menyalahkan, tapi itu kenyataan. Mereka menganggap facebook dibalik masalah itu. Bahkan MUI cabang Jawa Timur mengharamkan facebook. Sebetulnya itu juga untuk kebaikan semua pihak. Masyarakat juga akan turut merasakan manfaat apabila facebook di tutup.

“Biarpun facebook ditutup, ku masih punya banyak account di situs lain”, tanggap salah sorang yang notabennya ‘suka’ menyalahgunakan account.

Pada dasarnya sebuah account di situs tertentu dapat memjadikan sang user mendapatkan manfaat yang lebih penting. Seperti kita bisa bertanya-tanya tentang kebudayaan di tempat asal mereka. Atau juga berbagi cerita. Tapi juga ada yang menyalahgunakan account. Kembali seperti tadi. Tergantung sang user, mau di apakan account mereka. Hal positif atau negatif?

About mzalim

Menapaki jalan seorang penulis adalah salah satu langkah terbesar dalam sejarah hidupku. Apalagi jalan yang ku pilih ini adalah amanat yang harus sepenuhnya digunakan untuk hal-hal yang positif.

Posted on Januari 15, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. akibat yang lain kalo fb ditutup menurut q:
    1. friendster+twitter kebanjiran mantan visitor FB
    2. blogger martabatnya naik, cz marketer2 yg sebelumnya pake FB sbgai media promosi, mereka akan berpindah media promosi ke blog n kmungkinan bsar mreka akn pasang iklan di blog orang yg udah terkenal di dunia maya,
    3. tingkat stress menurun n produktivitas meningkat, begitu menurut riset.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: