Disaat Benih ‘Cinta’ Mulai Tertanam

Dinginnya malam taman  menyelimuti Giska dan Rino yang sedang asyik beercengkrama. Mereka sudah lama saling mengenal. Mereka di pertemukan dalam kelas X yang sama. Dan berlanjut di kelas XI. Dan beberapa minggu ini mereka sedang lumayan dekat. Sering kerja kelompok bareng. Pokoknya sedang dekat dech. Dengan bertaburnya bintang malam ini, mereka heng out bareng yaitu di taman. Salah denger atau enggak, ku sempat mendengar kata-kata romnatis yang terucap dari mulut Rino. Kebetulan malam itu ku juga ikutan. Jadi syetannya begitu ceritanya. hahaha

1305984622503921467

Rino ::

Saat ku melihatmu, ku tak bisa mengalihkan pandanganku.

Saat ku melihatmu tersenyum, dalam hati kecilku ku berjanji

‘jika kamu milikku, haram hukumnya kesedihan mampir dalam dirimu’

Saat ku melihatmu meneteskan air mata, ku ingin hapus air mata itu

dengan sebilah sapu tangan yang tak pernah jauh dari sakuku

ku merasakan ’sesuatu’ masuk dalam lubuk hatiku

Saat ku mendengar suaramu, raut muka jenuh yang melekat erat sebelumnya tergantikan seketika dengan senyuman lepasku

Saat ku mendengar suaramu, tak dapat ku dengar orang lain berkata apa

hanya suaramu yang bertubi-tubi memaksaku untuk ku dengar

ku merasakan ’sesuatu’ masuk dalam jiwaku

Saat kau dekat denganku, detak jantung kian berdegup cepat

Saat kau dekat denganku, selalu ku ambil nafas panjang dan berhai-hati ku dalam berkata

karena ku takut menyakiti hatimu

Ku merasakan ’sesuatu’ masuk dalam sanubariku

Saat kau menyentuhku, ku merasakan seperti ada sesuatu yang masuk dan mendarah daging,

ku tak tahu apa itu

Saat kau menyentuhku, ku merasakan kau telah menyentuh hati ini untuk kau miliki

mungkin ’sesuatu’ yang masuk, yang merengkuh, yang memaksaku untuk mendengarnya itu adalah benih-benih cinta yang kau tanam atau benih-benih cinta yang ku tanam

Dalam hatiku tumbuh kembali bunga benih cinta

yang dulu pernah mengahrumkan seluruh ruang hatiku

namun ketika kita berpisah

bunga-bunga itu mulai melayu sedikit demi sedikit

…apa yang pernah kita lakukan bersama dulu

kini hanya mampu ku jadikan pupuk bunga itu

agar ia selalu memberi keindahan serta keharuman dalam hatiku

meskipun kita jauh

meskipun kita berbeda

meskipun jarak memisahkan kita

meskipun asa terletak ditengah-tengah kta

meskipun tembok besar menghalangi kita

namun setiap hai kumerasa

kau telah menyirami bunga ini dengan sejuta cintamu yang kau berikan padaku

tahu kah kamu

ku sangat menjaga betul bunga ini

ku ga’ mau kehilangan bunga ini

ku ga’ mau merusak sumber kebahagiaanku

karena ku sangat menjaga betul bunga ini…

Namun itu dulu

kini ku merasa benih bunga cinta itu mulai ada yang memupuk dengan kepercayaannya

ada yang menyiraminya dengan perhatiannya

ada yang menyinarinya dengan petuah-petuah dan saran-sarannya

Terimakasih Tuhan

Kau berikan benih cinta lagi

Maaf Giska

ku tak dapat memilih kata lagi

untuk membuatmu percaya bahwa ku mencintaimu

maukah kamu jadi pacarku?

NB :: Kritik dan saran sangat saya harapkan. Dan minta maaf, openingnya kurang bagus.

terimakasih

About mzalim

Menapaki jalan seorang penulis adalah salah satu langkah terbesar dalam sejarah hidupku. Apalagi jalan yang ku pilih ini adalah amanat yang harus sepenuhnya digunakan untuk hal-hal yang positif.

Posted on Mei 27, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: