Penantian Tertunda

(yang tertunda)

Dalam penantian yang tak berujung dengan sebuah pertemuan

 

Teringat saat dia rengkuh tubuh ini
Berjuta kasih dan sayang yang kurasa
Tiada rasa kebencian diantara kita

Namun kebencian mencuat seketika kamu tak dapat membedakan
Mana itu rasa
Mana itu asa
dan mana itu cita

Kau campur adukkan semua
Hingga kau tak tahu apa kau perbuat

Kini hilanglah sudah kepercayaan itu
Kau memilih untuk menjalani hari-harimu dengan orang lain
Kau lebih mempercayakan hatimu pada orang lain

Dan aku mengerti
Bahwa kamu lebih nyaman berada dalam pelukannya

#Stinky – Munkinkah

Iklan

Atas Jiwa yang Tersakiti Olehku

Siapakah yang menyadari tentang apa yang telah kita lakukan itu tidak menyakiti orang lain? Sekalipun tanpa sadar ia lakukan. Tentu hanya orang lain yang lebih mengerti ketimbang kita yang melakukan. Orang lain suka dengan apa yang kita lakukan/katan, orang lain jengkel, orang lain marah hanya mereka yang lebih tahu dan lebih mengerti ketimbang kita yang berucap. Karena orang lain yang merasakan, orang lain yang mendengar, orang lain yang menempa kata-kata kita. Dan kita seenaknya berkata dan bertindak. Tanpa kita sadari orang lain tersakiti.

Dalam kesadaran tingkat tinggi, Saya minta maav atas semua yang ada ku katakan, yang ada kulakukan. Disengaja ataupun tidak atas banyak jiwa yang tersakiti olehku

#Percayalah, kritikan dari orang lain sesungguhnya untuk menyempurnakan kamu 🙂

hopefull

hopefull

When I was thinking about anything in everything object to be ‘something’.

Banyak Pelajaran yang Akan Kita Dapatkan Dari Sebuah Pengalaman

Purwosari, Drs. H. Eddy Paripurna memuji SMA N 1 Purwosari sebagai salah satu sekolah faforit se-Kab. Pasuruan. Beliau berharap, sekolah ini dapat mencetak banyak prestasi yang menjulang, mulai dari prestasi akademik maupun non-akademik.

“Belajar juga penting, tapi pengalam juga tak kalah pentingnya. Karena dari pengalam itu kita bisa belajar. Jadi jangan takut ataupun malu untuk memulai sebuah pengalaman. Banyak pelajaran yang akan kita dapatkan dari sebnauh pengalaman jika kita mampu menarik hikmah dari setiap pengalaman itu”, ujar beliau saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal bersama Keluaga Besar SMA N 1 Purwosari, Purwosari, Kamis (8/9/2011).

Pada kesempatan itu beliau sebagai Wakil Bupati Pasuruan beserta Drs. H. Syaifullah Yusuf juga mengatakan bahwa beliau banyak belajar dari pengalaman beliau  selama sebelum menjadi Wakil Gubernur Propinsi Jawa Timur.

Dalam serangkaian acara singkat tadi pagi, H. M. Isryad Yusuf S.E, Ketua DPRD Kab. Pasuruan juga turut serta dalam acara Sekolah yang sudah terlaksana seperti tahun-tahun lalu.

Serta Kepala Dinas Pendidikan Kab. Pasuruan, Drs. H. Iswahyudi,M.Pd. turut serta dalam rombongan untuk bersilaturahmi dengan sekolah-sekolah yang ada di sekitar kawasan Propinsi Jawa Timur.

Berbeda sekali memang acara Halal Bihalal tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, tidak ada seorang tamupun yang sudih mampir di SMA N 1 Purwosari. Namun untuk kali ini, begitu banyak orang-orang penting yang hadir untuk bertamu serta bersilaturahmi dengan dewan guru serta para siswa-siswi.

Biasanya, setelah apel pagi seluruh warga sekolah berbaris memanjang untuk saling bermaaf-maafan. Tapi utnuk tahun ini, setelah apel pagi kami para siswa-siswi dikumpulkan di satu tempat untuk mendengarkan sambutan serta sejumlah uang dari para tamu untuk seluruh warga SMA N 1 Purwosari.

NB. Maaf, tidak bisa memberikan bukti gambar.

salam Minal ‘Aidzinwalfaizin.

falling in love to someone else

One day, I ask to someone about girlfriend. Like this,

 

“Salahkah jika seseorang mencintai kekasih orang?”, ask me.

 

and He answer,”Tidak salah, apabila kamu mencitai kekasih orang, berusahalah untuk mendapatkannya, tapi dengan cara bijak, hikmat, dan tulus. selalu ingat ya, bahw  cinta ataw persahabatann yang sejati itu adalah ketulusan berbagi dalam suka dan duka,,, ketulusan cinta dan kasih sayang dalam susah dan senang, dekatkanlah dirimu dengan dirinya dan tanamkan sifat kasih yang sejati untuknya”.

 

And I ask him again, “Menurutmu adakah istilah ‘makan teman’ dalam kamusmu?”

and He reply, “Gak ada istilah makan teman, cinta itu adalah hak setiap insan, jika kamu menmcintai seseorang berusahalah dekat dengannya tanpa harus menyakiti kekasihnya, berikan kasihmu yang benar-benar tulus buatnya, tulus benar benar tulus dari dalam hati, karena ketulusan yang berasal dari hati meluluhkan segalanya. berikanlah perhatianmupadanya tanpa memperlihatkan bahwa kamu menyukainya, saat kamu benar-benar dekat dengannya barulah kau boleh katakan perasaanmu yang sebenarnya, bahwa .. (aku menyayangimu) bolehkah aku menyayangimu..? Aku sayang sama kamu …? bukan cinta, karena cinta artinya sangat jauh dari sayang …”.

 

What do you think guys, it’s right!? give me comment!?

Disaat Benih ‘Cinta’ Mulai Tertanam

Dinginnya malam taman  menyelimuti Giska dan Rino yang sedang asyik beercengkrama. Mereka sudah lama saling mengenal. Mereka di pertemukan dalam kelas X yang sama. Dan berlanjut di kelas XI. Dan beberapa minggu ini mereka sedang lumayan dekat. Sering kerja kelompok bareng. Pokoknya sedang dekat dech. Dengan bertaburnya bintang malam ini, mereka heng out bareng yaitu di taman. Salah denger atau enggak, ku sempat mendengar kata-kata romnatis yang terucap dari mulut Rino. Kebetulan malam itu ku juga ikutan. Jadi syetannya begitu ceritanya. hahaha

1305984622503921467

Rino ::

Saat ku melihatmu, ku tak bisa mengalihkan pandanganku.

Saat ku melihatmu tersenyum, dalam hati kecilku ku berjanji

‘jika kamu milikku, haram hukumnya kesedihan mampir dalam dirimu’

Saat ku melihatmu meneteskan air mata, ku ingin hapus air mata itu

dengan sebilah sapu tangan yang tak pernah jauh dari sakuku

ku merasakan ’sesuatu’ masuk dalam lubuk hatiku

Saat ku mendengar suaramu, raut muka jenuh yang melekat erat sebelumnya tergantikan seketika dengan senyuman lepasku

Saat ku mendengar suaramu, tak dapat ku dengar orang lain berkata apa

hanya suaramu yang bertubi-tubi memaksaku untuk ku dengar

ku merasakan ’sesuatu’ masuk dalam jiwaku

Saat kau dekat denganku, detak jantung kian berdegup cepat

Saat kau dekat denganku, selalu ku ambil nafas panjang dan berhai-hati ku dalam berkata

karena ku takut menyakiti hatimu

Ku merasakan ’sesuatu’ masuk dalam sanubariku

Saat kau menyentuhku, ku merasakan seperti ada sesuatu yang masuk dan mendarah daging,

ku tak tahu apa itu

Saat kau menyentuhku, ku merasakan kau telah menyentuh hati ini untuk kau miliki

mungkin ’sesuatu’ yang masuk, yang merengkuh, yang memaksaku untuk mendengarnya itu adalah benih-benih cinta yang kau tanam atau benih-benih cinta yang ku tanam

Dalam hatiku tumbuh kembali bunga benih cinta

yang dulu pernah mengahrumkan seluruh ruang hatiku

namun ketika kita berpisah

bunga-bunga itu mulai melayu sedikit demi sedikit

…apa yang pernah kita lakukan bersama dulu

kini hanya mampu ku jadikan pupuk bunga itu

agar ia selalu memberi keindahan serta keharuman dalam hatiku

meskipun kita jauh

meskipun kita berbeda

meskipun jarak memisahkan kita

meskipun asa terletak ditengah-tengah kta

meskipun tembok besar menghalangi kita

namun setiap hai kumerasa

kau telah menyirami bunga ini dengan sejuta cintamu yang kau berikan padaku

tahu kah kamu

ku sangat menjaga betul bunga ini

ku ga’ mau kehilangan bunga ini

ku ga’ mau merusak sumber kebahagiaanku

karena ku sangat menjaga betul bunga ini…

Namun itu dulu

kini ku merasa benih bunga cinta itu mulai ada yang memupuk dengan kepercayaannya

ada yang menyiraminya dengan perhatiannya

ada yang menyinarinya dengan petuah-petuah dan saran-sarannya

Terimakasih Tuhan

Kau berikan benih cinta lagi

Maaf Giska

ku tak dapat memilih kata lagi

untuk membuatmu percaya bahwa ku mencintaimu

maukah kamu jadi pacarku?

NB :: Kritik dan saran sangat saya harapkan. Dan minta maaf, openingnya kurang bagus.

terimakasih

belum selesai…

ini adalah utgas membuat cerpen dari guru sastra saya dalam rangka sebagai tugas akhir semester kelas XI-bahasa dengan tema “Kesenjangan Sosial”. Buat temen-temen yang  mau membaca silahkan, tapi maaf, ini ceritanya berantakan. Karena saya maish belajar menulis. Dan cerpen ini maih jauh dari sempurna, dan belum rampung 100%.

Ihya’ termenung sendiri melihat orang-orang berlalu lalang dengan langakh yang berdera-derap. Seolah ornag-orang ini tidak punya waktu lagi. Di kejar oleh waktu. Seperti di kejar oelh rentenir yang haus akan uang pinjaman. Dengan banyak barang yang dibawanya.

Pagi itu memang Ihya’ tidak melakukan apa. Hanya bisa bengong melihat orang-orang akan pergi bekerja. Sebaliknya dnegan Ihya’. Ia hanya seorang lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan ke perguruan tinggi. Padahal ia salah satu anak yang berprestasi di sekolahannya. Dengan alasan tidak ada biaya, ia tidak mau melanjutkan sekolahnya. Walaupun ia dijanjikan akan mendapatkan beasiswa jika masuk dan ikut seleksi mahasiswa yang akan mendapatkan beasiswa. Kesempatan yang sangat besar seperti ini tidak ia ambil. Mengingat kedua orang tua mereka hanyalah seorang buruh pabrik dengan gaji yang cukup untuk keperluan sehari-hari saja. Hampir tidak ada uang lebh setiap bulannya. Yang ada malah kurang. Dan juga adiknya, hani yang menginjak kelas 10. Ia sengaja memilih Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena jika ia lulus sekolah nanti ia ingn bekerja dan membantu orang tuanya.

Tiga bulan sudah Ihya’ dengan ijazah SMAnya keluar masuk perusahaan, baik swasta maupun negri tidak ada yang menerima lamaran pekerjaannya. Padahal ia mendapatkan penghargaan ketika lulusan sekolahnya. Ternyata ia mendapatkan penghargaan sebagai nilai terbaik sesekolahannya karena ia mendapatkan bocoran dari pihak luar. Padahal sebenarnya ia tidak terlalu pandai. Tapi karena mendapatkan bocoran, ia lulus dengan nilai bagus. Akhirnya ketika perusahaan memanggil Ihya’ dengan nilai ijazah yang bagus-bagus tapi dapet dari contekan harus menerima ‘kebusukan’ tindakannya karena ia tidak mampu lulus dalam ‘interview’ yang diajukan oleh perusahaan.

Dan kini  Ihya’ hanya bisa menyesalinya. Apalagi dia sekarang menjadi buah bibir di kampungnya atas kebodohan yang ia lakukan. Hampir setiap hari ketika dia lewat di depan rumah tetangga, statement jelek dari orang lain keluar. Mau marah, tapi

“Sekarang ya sekarang, besok ya besok”

Hm,.
lama tak menulis, pasti nanti banyak kata-kata atau kalimat yang kurang jelas. Kita awali saja dengan bismillahirokhmanirrokhir agar tulisan gw bagus, baik dan benar.

Minggu kemarin, gw ikutan acara Bunkasai di Univesitas Brawijaya, Malang. Sepulang mengikuti acara itu, gw sempat ambil gambar unik yang baru kali ini gw lihat.

Beberapa orang cewe’ di pertigaan pintu gerbang yang sedang mengayunkan tangan mereka. Mengisyaratkan sedang mengatur padatnya lalu lintas kota Malang. Saya tercengang melihat apa yang mereka lakukan. Demi sesuap nasi, mereka berani melakukan apa saja. Seorang perempuan yang kebanyakan merawt kulit mereka agar tidak berminyak, agar tidak kelihatan kusam, agar tidak kepanasan, agar betis ataupun tangan mereka tidak kelihatan besar, agar rambut mereka terurai indah. Tapi perempuan dengan mengenakan kaos dan celana pendek ini seperti tidak ingat bahwa mereka adalah seorang perempuan. Kebanyakan pekerjaan ini dilakukan oleh kaum laki-laki.

Inikah perjuangan yang dilakukan seseorang demi sesuap nasi hingga mereka lupa kodrat mereka sebagai kaum perempuan? Yang jelas mereka melakukan semua ini karena himpitan ekonomi. Apalagi kehidupan kota dengan harga kebutuhan pokok yang relatif mahal dengan penghasilan yang tidak setimpal.


Berapa sch pengahasilan perempuan itu dengan resiko yang besar seperti itu? matahari menjilati kulit mereka hingga kusam tak terurus.

Sungguh beruntung kita tidak seperti mereka. Beruntung sekali kita ‘tidak pernah’ merasakan seperti mereka. Maka dari itu, ‘kita’ sebagai insan yang memiliki tempat yang cukup enak, punya kesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dibanding mereka. ‘Kita’ sebagai pelajar juga harus sadar. ‘Kita’ sekolah bukan cuma untuk duduk, ngobrol sama teman, pulang trus tidur-tiduran di rumah sambil online. Inilah para remaja zaman sekarang. Kebanyakan mereka berfikir bahwa,”Sekarang ya sekarang, besok ya besok”. Prinsip yang tidak menjanjikan.

Inilah salah satu sebab mengapa banyak penyelewengan. Entah itu uang, kepercayaan hingga jabatan. Ach,…

bad mood

cry guys,
semua yang akan gw tulis sudah siap,
foto” sudah siap,
tinggal menulisnya tentang peringatan hari Maulud Nabi kemarin yang diadakan di sekolah,
tapi ‘bokap n xokap’ merusk semua,
gw mo nulis,
selalu diganggu,
salu ini,
selalu itu,
hingga malam hari ini,
masih saja ada,
sakit!?
semua sudah gw persiapkan dengan baik dan matang,
tapi bokap gw g mendukung sama sekali,
benci gw,
jadi ga mood nulis,
maaf yow,
untuk kesempatan ini ku ga bs nulis,
terlalu ga’ mood tuk menulis,

Juara Umum Tingkat Jawa Timur thn 2011

“Satu prestasi lagi yang ditorehkan para siswa SMANESA kita ini dalam cabang lomba olahraga Drum Band Se-Kabupaten Pasuruan dan Tingkat Jawa Timur kemarin hari Minggu, tepatnya di Warung Dowo. Saya ucapkan selamat untuk para siswa telah ikut serta dalam memajukan SMA kita ini”, kata bapak Iskandar, S.Pd. tadi pagi, Senin 07 Februari 2011, Purwosari.

Dengan memakai kostum baju merah hitam yang berpadu dengan topi ala koboi itu, tim Drum Band SMA N 1 Purwosari serta atraksi-atraksi yang disuguhkan dalam perlombaan Drum Band tingkat Jawa Timur kemarin mendapatkan juara Pertama dengan nominasi “Juara Umum Tingkat Jawa Timur thn 2011“.

Prestasi ini disambut baik oleh bapak Kepala SMA N 1 Purwosari, Bpk. Drs. H Nurhasan, S.Pd. Dalam Penyerahan tropi kemenangan yang diwakili oleh salah satu personil Drum Band yang diberi nama “BSS” (Bahana Suara SMANESA). Beliau sempat mengucapkan terimakasih banyak kepada para personil BSS.

Kemenangan ini tidaklah mudah diraihnya. Banyak kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh para personil BSS. Baik dalam latihan rutin, sampai waktu performance. Teriknya matahari, trick yang cukup sulit, penyesuaian nada dan gerak, hingga jarak yang cukup jauh harus dilalui. Namun dengan pengorbanan serta usaha untuk melakukan yang terbaik untuk sekolah, mereka semua menunjukkan aksi yang sempurna dihadapan dewan juri dan masyarakat yang sekitar yang turut mengikuti arak-arakan ini. Kalimat pujian tak henti-hentinya terdengar dari masyarakat.

“Semoga dengan dicetaknya kembali prestasi sekolah kita ini, prestasi-prestasi yang lain juga ikut tampil“, kata bapak Kepsek SMA N 1 Purwisari tadi pagi ketika memberikan sambutan tentang kemenangan yang diraih oleh tim Drum Band SMA N 1 Purwosari, BSS (Bahana Suara SMANESA).

%d blogger menyukai ini: